Jumat, 24 September 2010
kesedihan dan kebahagiaan dikediaman Lesmana
10 September 2010 setelah pulang sholat id,ada tradisi sungkem yg emang dilakukan tiap tahun. Pertama daddy duduk diatas sofa lalu mami sungkem sm daddy, mami minta maaf sm daddy dengan nada sedih dan tak ketinggalan ada adegan romantis saat itu. Lalu mami duduk disebelah daddy,tibalah gue yg sungkem. Dengan posisi duduk antara 2 sujud dilantai,gue nyium tangan seorang ayah dengan setulus hati sambil meminta maaf,dan daddy pun berkata 'iya maafin daddy juga vin,selama ini bukan cuma kamu yg punya salah tapi daddy juga punya salah sm kamu. Maafin daddy kalau belum bisa nurutin semua apa yg kamu mau' dengan muka cool beliau ngomong seperti itu,suasana pun kebawa sedih. Setelah itu gue sungkem sm mami,gue cium tangan seorang wanita yg udah ngelahirin,menjaga dan merawat gue sampe tumbuh dewasa seperti ini. Gue minta maaf sm beliau, dengan raut muka yg senang beliau nyium kening dan pipi gue lalu meluk gue dan beliau berkata 'tanpa kamu minta maaf,mami udah maafin kamu sayang. Maafin mami juga' sambil meneteskan air mata dipunggung gue. Guepun juga kebawa dgn kesedihan ini,daddy pun begitu. Daddy langsung memeluk kami semua. Ini adalah tangisan bahagia,karna dihari yg fitri itu gue dan keluarga masih diberi kesempatan untuk merayakannya bersama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar